Selasa, 12 Juni 2012

lumbung padi Banjar Gerenceng


Ada hal menarik ketika saya mencari informasi di salah satu artikel blog saya sebelumnya yang juga manampilkan gambar di atas, setelah saya cari di internet, saya menemukan foto yang sama bertuliskan tahun 1920. wahh saya kira ini lumbung padi rumah salah satu warga, ternyata ini lumbung padi yang dimiliki oleh banjar adat Gerenceng. perbedaan antara lumbung padi yang sekarang dengan yang dulu hanyalah terletak pada arah atau menghadap kemana. lihatlah gang yang ada disebelah lumbung! ternyata sudah ada dari dulu ya? hehe.. saluran air yang dulunya kecil sekarang berubah menjadi terotoar tempat pejalan kaki, sedangkan di depannya berubah yang dulunya hanyalah jalan tanah sekarang menjadi jalan ber-aspal. kalau dari segi lumbungnya jelas terlihat lebih ramping dan diletakkan dibagian atas, saya kurang tau maksudnya apa? mungkin untuk pemanfaatkan lahan semaksimal mungkin! tetapi saya kurang tau bagian bawahnya digunakan untuk apa, mungkin disewakan dan hasil sewanya digunakan untuk keperluan banjar tersebut.

Fasilitas Banjar

Salah satu banjar orang-orang kaya di Denpasar, dilengkapi dengan LED TV 

Kali ini kita bahas singkat tentang keterkejutan saya mengenai sebuah fasilitas banjar di salah satu banjar di kota Denpasar. waktu itu saya dan keluarga sedang berencana untuk makan siang, kami memilh makan nasi be celeng di kawasan Gerenceng. kami pun memutuskan parkir di depan banjar Gerenceng. saat saya turun dari mobil ada sesuwatu yang membuat saya terkesan dari banjar itu, selain arsitekturnya yang teradisional bali-moderen ada pemandangan yang tidak biasa yaitu banjar tersebut dilengkapi dengan TV LED. fasilitas TV sebenarnya ada disemua banjar di Bali kuhususnya yang ada di perkotaan, tetapi yang sampai memasang LED TV ini baru banjar ini saja yang saya lihat, kalau sekedar TV LCD juga sudah mulai banyak di banjar-banjar desa orang-orang kaya tetapi yang sampai LED baru ini saja. sekedar informasi banjar orang kaya atau penduduk aslinya adalah kalangan menengah keatas setau saya hanya ada di daerah kota yaitu daerah pasar badung, karena zaman dulunya ini memang kawasan puri raja dan pusat pemerintahan rumah para kuturunan raja tersebar merata di daerah ini. jadi sangat wajar kalau arsitektur banjar-banjar disini sangat mewah dan tak seperti banjar kebanyakan. daerah lainnya adalah Sanur yang memiliki pantai yang indah, zaman dulu warga sanur pun sudah terkenal kaya-kaya, apa lagi ditambah sekarang tempat itu adalah kawasana andalan pariwisata pantai yang dimiliki kota Denpasar. banjar-banjar disana cukup mewah lah dari segi arsitekturnya dan pernah saya lihat dilengkapi TV LCD dan bukan LED ya! rumah leluhur warga aslinya pun bagus-bagus, walaupun perumahannya padat tapi pasti tersusun rapi tidak kumuh lahh. nah kata orang tua saya sihh banjar yang dilengkapi TV LED ini adalah banjar raja Gerenceng. lihat pula tidak ada pengaman yang terpasang di TV itu, banjar ini pun tidak dilengkapi CCTV. seakan tidak takut TV ini di curi orang, walaupun dicuri mereka kan bisa beli lagi hehe.. tapi kawasan ini aman lahh selain banjar ini terletak dipinggir jalan besar dan ramai, siapa sihh yang berani nyuri TV di banjar yang raja adalah salah satu anggotanya??

Minggu, 10 Juni 2012

Lumbung Padi Bali


Lumbung padi biasanya digunakan untuk menyimpan hasil panen padi yang selanjutnya di jual dan sisanya dikonsumsi sendiri, rumah leluhur biasanya dilengkapi dengan lumbung padi ini dan biasanya terletak didepan rumah dan juga digunakan sebagai sarana persembahyangan pada hari-hari tertentu, biasanya keluarga yang memiliki lumbung padi ini adalah keluarga yang memiliki sawah yang banyak dan pastinya mereka adalah kalangan orang-orang kaya pada saat itu, tetapi bagaimana dengan lumbung padi di zaman moderen ini?? kuhususanya di kota Denpasar yang sawahnya sudah semakin berkurang. waktu itu saya sedang melintasi sebuah ruas jalan didaerah Denpasar barat, dan ada sebuah rumah yang memiliki lumbung padi yang besar menurut saya. tetapi lumbung padi tersebut bukanlah gambar yang di atas, ini lumbung padi lain yang mengingatkan saya akan hal itu, nah lanjut lagi waktu itu saya berkata wahh besar sekali lumbung padinya, bagus lagi! kenapa lumbung padi kita di kampung tidak dibuat sebesar dan sebagus ini?? lalu tiba-tiba wak saya, atau kakak dari ibu saya menjawab karena kebetulan beliau waktu itu satu mobil dengan kami dia berkata itu lumbung padi orang puri, jadi pantaslah lumbung padinya besar dan bagus! itu tanda mereka adalah orang-orang kaya karena jaman dulu mereka memiliki banyak sawah apa lagi mereka keluarga kerajaan. nahh untuk yang belum tau puri itu apa! puri adalah tempat tinggal raja di bali dan kebetulan wak saya itu menikah dengan orang Denpasar tepatnya di daerag gerenceng, suaminya adalah parekannya raja, jaman dulu sihh orang-orang yang bantu-bantu di puri, hal itu masih berlangsung sampai sekarang di semua keturunannya. tidak heran jika rumah teradisional yang dilengkapi dengan lumbung padi ini adalah orang-orang kaya, saya heran mengapa di zaman sekarang kekayaan mereka tidak habis-habis juga ya? coba saja kalian lihat rumah-rumah leluhur yang ada lumbung padinya pasti memiliki fasilitas yang wahh seperti brand dan jumlah mobil serta usaha yang mereka miliki, hal ini juga berlaku untuk kalangan rakyat biasa. asalkan memiliki lumbung padi pasti orang kaya dan ternyata itu berlaku juga di zaman moderen ini.