Senin, 09 Juli 2012

PosCard Bali berbeda dengan Indonesia


Wajar kalau orang asing tidak tau bahwa pulau Bali adalah bagian dari Indonesia, lihat saja Pos Card ini. mestinya nama negara adalah yang tertulis pada pos card tersebut dan bukannya nama sebuah provinsi di suatu negara. saya juga sudah melihat pos card yang bergambar lain padahal berada di provinsi berbeda tapi tetap mengusung nama indonesia, dan itu tidak berlaku dengan keindahan dan objek wisata yang ada di bali, Bali seperti mengusung sebuah negara sendiri, menurut saya mungkin ini lah keistimewaan yang dimilikinya sehingga Bali tidak menyamakan pos card nya dengan pos card lain dengan mencantumkan nama negara Indonesia di bawahnya, bukannya Bali tidak nasionalis tetapi mungkin memang sudah jalannya begitu, bahwa di hati warga asinga sudah menganggap  bali berbeda dari tempat lain di dunia ini apa lagi jika dibandingkan dengan Indonesia.

Selasa, 12 Juni 2012

lumbung padi Banjar Gerenceng


Ada hal menarik ketika saya mencari informasi di salah satu artikel blog saya sebelumnya yang juga manampilkan gambar di atas, setelah saya cari di internet, saya menemukan foto yang sama bertuliskan tahun 1920. wahh saya kira ini lumbung padi rumah salah satu warga, ternyata ini lumbung padi yang dimiliki oleh banjar adat Gerenceng. perbedaan antara lumbung padi yang sekarang dengan yang dulu hanyalah terletak pada arah atau menghadap kemana. lihatlah gang yang ada disebelah lumbung! ternyata sudah ada dari dulu ya? hehe.. saluran air yang dulunya kecil sekarang berubah menjadi terotoar tempat pejalan kaki, sedangkan di depannya berubah yang dulunya hanyalah jalan tanah sekarang menjadi jalan ber-aspal. kalau dari segi lumbungnya jelas terlihat lebih ramping dan diletakkan dibagian atas, saya kurang tau maksudnya apa? mungkin untuk pemanfaatkan lahan semaksimal mungkin! tetapi saya kurang tau bagian bawahnya digunakan untuk apa, mungkin disewakan dan hasil sewanya digunakan untuk keperluan banjar tersebut.

Fasilitas Banjar

Salah satu banjar orang-orang kaya di Denpasar, dilengkapi dengan LED TV 

Kali ini kita bahas singkat tentang keterkejutan saya mengenai sebuah fasilitas banjar di salah satu banjar di kota Denpasar. waktu itu saya dan keluarga sedang berencana untuk makan siang, kami memilh makan nasi be celeng di kawasan Gerenceng. kami pun memutuskan parkir di depan banjar Gerenceng. saat saya turun dari mobil ada sesuwatu yang membuat saya terkesan dari banjar itu, selain arsitekturnya yang teradisional bali-moderen ada pemandangan yang tidak biasa yaitu banjar tersebut dilengkapi dengan TV LED. fasilitas TV sebenarnya ada disemua banjar di Bali kuhususnya yang ada di perkotaan, tetapi yang sampai memasang LED TV ini baru banjar ini saja yang saya lihat, kalau sekedar TV LCD juga sudah mulai banyak di banjar-banjar desa orang-orang kaya tetapi yang sampai LED baru ini saja. sekedar informasi banjar orang kaya atau penduduk aslinya adalah kalangan menengah keatas setau saya hanya ada di daerah kota yaitu daerah pasar badung, karena zaman dulunya ini memang kawasan puri raja dan pusat pemerintahan rumah para kuturunan raja tersebar merata di daerah ini. jadi sangat wajar kalau arsitektur banjar-banjar disini sangat mewah dan tak seperti banjar kebanyakan. daerah lainnya adalah Sanur yang memiliki pantai yang indah, zaman dulu warga sanur pun sudah terkenal kaya-kaya, apa lagi ditambah sekarang tempat itu adalah kawasana andalan pariwisata pantai yang dimiliki kota Denpasar. banjar-banjar disana cukup mewah lah dari segi arsitekturnya dan pernah saya lihat dilengkapi TV LCD dan bukan LED ya! rumah leluhur warga aslinya pun bagus-bagus, walaupun perumahannya padat tapi pasti tersusun rapi tidak kumuh lahh. nah kata orang tua saya sihh banjar yang dilengkapi TV LED ini adalah banjar raja Gerenceng. lihat pula tidak ada pengaman yang terpasang di TV itu, banjar ini pun tidak dilengkapi CCTV. seakan tidak takut TV ini di curi orang, walaupun dicuri mereka kan bisa beli lagi hehe.. tapi kawasan ini aman lahh selain banjar ini terletak dipinggir jalan besar dan ramai, siapa sihh yang berani nyuri TV di banjar yang raja adalah salah satu anggotanya??

Minggu, 10 Juni 2012

Lumbung Padi Bali


Lumbung padi biasanya digunakan untuk menyimpan hasil panen padi yang selanjutnya di jual dan sisanya dikonsumsi sendiri, rumah leluhur biasanya dilengkapi dengan lumbung padi ini dan biasanya terletak didepan rumah dan juga digunakan sebagai sarana persembahyangan pada hari-hari tertentu, biasanya keluarga yang memiliki lumbung padi ini adalah keluarga yang memiliki sawah yang banyak dan pastinya mereka adalah kalangan orang-orang kaya pada saat itu, tetapi bagaimana dengan lumbung padi di zaman moderen ini?? kuhususanya di kota Denpasar yang sawahnya sudah semakin berkurang. waktu itu saya sedang melintasi sebuah ruas jalan didaerah Denpasar barat, dan ada sebuah rumah yang memiliki lumbung padi yang besar menurut saya. tetapi lumbung padi tersebut bukanlah gambar yang di atas, ini lumbung padi lain yang mengingatkan saya akan hal itu, nah lanjut lagi waktu itu saya berkata wahh besar sekali lumbung padinya, bagus lagi! kenapa lumbung padi kita di kampung tidak dibuat sebesar dan sebagus ini?? lalu tiba-tiba wak saya, atau kakak dari ibu saya menjawab karena kebetulan beliau waktu itu satu mobil dengan kami dia berkata itu lumbung padi orang puri, jadi pantaslah lumbung padinya besar dan bagus! itu tanda mereka adalah orang-orang kaya karena jaman dulu mereka memiliki banyak sawah apa lagi mereka keluarga kerajaan. nahh untuk yang belum tau puri itu apa! puri adalah tempat tinggal raja di bali dan kebetulan wak saya itu menikah dengan orang Denpasar tepatnya di daerag gerenceng, suaminya adalah parekannya raja, jaman dulu sihh orang-orang yang bantu-bantu di puri, hal itu masih berlangsung sampai sekarang di semua keturunannya. tidak heran jika rumah teradisional yang dilengkapi dengan lumbung padi ini adalah orang-orang kaya, saya heran mengapa di zaman sekarang kekayaan mereka tidak habis-habis juga ya? coba saja kalian lihat rumah-rumah leluhur yang ada lumbung padinya pasti memiliki fasilitas yang wahh seperti brand dan jumlah mobil serta usaha yang mereka miliki, hal ini juga berlaku untuk kalangan rakyat biasa. asalkan memiliki lumbung padi pasti orang kaya dan ternyata itu berlaku juga di zaman moderen ini.

Jumat, 25 Mei 2012

reincarnation and the belief


Melihat foto ini kira-kira apa yang muncul di benak kalian? apa lagi jika kalian yang membaca artikel ini adalah orang Bali yang beragama Hindu pula, ketika saya melihat foto ini lagi-lagi itu terjadi secara tidak sengaja di sebuah akun Facebook yang berhubungan tentang bali, saya lupa nama akunnya maklum, karena saya tidak hanya menyukai ( Like ) satu akun saja yang berhubungan tentang bali. dalam foto ini terlihat dua turis yang sedang melakukan persembahyangan di sebuah pura di bali, awalnya saya kagum melihat foto ini, belum lagi komentar-komentar yang ikut mengiringi tautan foto ini. isinya rata-rata bersifat positif, karena itulah saya merasa semakin bangga dengan agama yang saya anut. karena merasa foto ini langka dan unik, saya putuskan untuk menyimpannya di leptop.  sudah lama semenjak saya menyimpan foto itu, timbul sebuah pemikiran bahwa saya sendiri sebagai orang hindu bali belum seperti mereka, dalam artian saya yang sudah dilahirkan sejak awal menjadi umat Hindu saja masih malas sembahyang, suka males kalau diajak orang tua untuk sembahyang ke pura, belum lagi jika ada odalan di kampung! bawaannya males aja, melihat foto ini saya tertegun untuk semakin rajin dan bersemangat sembahyang. mereka saja rajin sembahyang dan percaya ajaran Hindu, kenapa saya tidak??

Setau saya tidak mudah seorang laki-laki non Hindu untuk masuk menjadi umat Hindu, karena mereka tidak memiliki "soroh" kalau tidak salah, intinya mereka harus memiliki leluhur orang Hindu bali, tidak sembarangan asal dan masuk Hindu begitu saja, sedangkan untuk perempuan menikah dengan laki-laki yang beragama Hindu, dalam artian si perempuan mengikuti dan bergabung dengan leluhur atau keluarga besar suaminya.  walaupun dia tidak memiliki soroh, perempuan bisa mengikuti soroh suaminya, sedangkan laki-laki non Hindu tidak bisa melakukan hal itu. itulah salah satu faktor jumlah orang yang menganut agama hindu sulit bertambah. tetapi menurut saya ada banyak jalan menuju tuhan dan yang terpenting adalah niat kita kan?? asalkan yakin bahwa melalui jalan ini kita bisa menuju tuhan tanpa latar belakang leluhur pun kita tetap bisa menyembah Ida Sang Hiyang Widhi Wasa.

Satu lagi ada sebuah cerita yang teringat di pikiran saya ketika melihat foto ini. seorang teman saya bercerita kepada saya bahwa seniornya di tempat dia bekerja mengatakan bahwa kalau kita sedang sembahyang ke sebuah pura atau tempat lain yang baru pertama kali kita datangi, tapi kita sudah merasa tidak asing dengan tempat  tersebut, itu tandanya kita pernah ke tempat tersebut pada kehidupan sebelumnya. apa kalian pernah merasakan hal itu?? jujur kalau aku juga pernah merasakannya. kenapa saat di pura perasaan ini sering timbul? mungkin karena pura di bali sudah ada sejak ratusan tahun lalu dan biasanya sedikit mengalami perubahan dari segi arsitektur maupun lokasi alam sekitarnya. jadi mungkin saja hal ini yang masih dirasakan oleh roh kita. 

Nahh ada juga cerita tetapi saya lupa siapa yang menceritakannya kepada saya bahwa ada seorang turis yang sedang berlibur untuk pertama kalinya ke Bali dan didampingi oleh seorang pemandu wisata, mereka mengunjungi sebuah desa di Bali dan melihat kehidupan warga di sana, tiba-tiba turis itu mengatakan bahwa dia merasa tidak asing dengan tempat dan kegiatan warga yang ada di desa itu, dia berkata mungkin dikehidupan sebelumnya aku adalah orang Bali dan ditakdirkan untuk kembali lagi ke sini, bahkan dia  menangis sambil mengatakan hal itu kepada pemandu wisatanya tersebut.

Apa kah itu mungkin terjadi? karena menurut kepercayaan Hindu Bali reinkarnasi itu hanya terjadi di lingkaran keluarga saja, berbeda dengan hindu india bahwa reinkarnasi itu tidak sebatas di lingkaran keluarga saja. jadi sekarang apa mungkin turis asing itu pada kehidupan sebelumnya adalah orang Bali? atau hanya perasaannya saja? entah lahh...

Rabu, 23 Mei 2012

di Perbatasan Gianyar [ of Gianyar border ]



Gambar di atas saya dapatkan secara tidak sengaja, saya lupa kapan jelasnya tpi waktu itu saya sedang pulang kampung, maklum saya tinggal di Denpasar dan kampung saya ada di kabupaten kelungkung desa Gunaksa. saat saya sedang menuju kelungkung di pagi hari tepatnya di jalan bay pass Ida Bagus Mantra perbatasan perbatasan kabupaten gianyar dan kelungkung, kami sekeluarga melihat adanya alat berat dan beberapa pekerja yang sedang sibuk mengatur kendaraan yang lewat agar berhati-hati. singkat cerita sepulangnya kami akan ke Denpasar di sore hari tiba-tiba ada antrean kemacetan yang menghalangi laju mobil kami sekeluarga, ternyata saat itu adalah detik-detik tugu perbatasan kabupaten gianyar ini akan dipindahkan, perlahan tapi pasti alat berat itu berhasil mengangkatnya, senang rasanya saya bisa menyaksikan kejadian langka seperti ini. hampir saja saya lupa untuk mengabadikannya dengan kamera handphone saya. cukup banyak gambar yang saya ambil, tapi hanya satu ini saja yang hasilnya bagus, itu karena arah pengambilan saya melawan matahari, jadi hasilnya agak gelap untung saja setelah mobil kami mergerak membelakangi matahari saya segera melakukan jepretan terakhir dan berhasil mendapatkan foto tanpa latar belakang yang gelap.

Senin, 21 Mei 2012

[ before and after ] Sebuah patung di Denpasar

coba bandingkan! 70 tahun bisa merubah segalanya
Sekarang kita akan membahas salah satu patung yang ada di  jalan Diponegoro kota Denpasar. patung ini terletak di sebuah pertigaan jalan, pusat kota. awal mula saya ingin membahas patung ini adalah ketika saya sedang Browsing di internet secara tidak sengaja saya sampai ke sebuah akun Facebook yang memang menampilkan foto-foto kehidupan masyarakat Bali berkisar pada tahun 1800 hingga 1900an. banyak foto yang sebenarnya menarik tpi ada salah satu foto yang saya tau lokasinya sekarang ada di mana, memang tidak banyak tetapi kebetulan ada satu yang berada di kawasan kota Denpasar tempat saya tinggal.

Letak patung yang berada di pusat kota Denpasar
Pertigaan jalan Diponegoro


Awalnya saya kira patung ini adalah patung catur muka yang berada di perempatan jalan veteran, tidak jauh juga dari patung ini. tapi setelah saya perhatikan lebih seksama ternyata gambar patung di foto itu bukanlah catur muka yang ada di jalan veteran, tetapi sebuah patung yang ada di pertigaan jalan Dieponegoro. di akun Facebook itu tertulis foto itu dibuat pada tahun 1930, berarti pada saat itu Bali masih dalam masa penjajahan Jepang. tetapi foto ini tidak diambil oleh orang jepang melainkan seseorang yang ber-kewarganegaraan belanda.

Lihatlah latar belakang foto pada tahun 1930 tersebut! terlihat masih banyak pohon kelapa dan rimbunnya pohon beringin, serta sebuah gubuk kecil didalam sebuah tembok penyengker. patung itu dikelilingi tiga patung kecil lainnya, sepintas seperti sebuah sudut jalan dipedesaan. tapi siapa sangka 70 tahun kemudian sudut jalan yang terlihat sederhana dan terkesan desa itu berubah menjadi tempat yang sungguh-sungguh berbeda lihat saja latar belakangnya! tidak ada lagi pohon kelapa dan teduhnya beringin, semua itu digantikan oleh tembok motel dan pertokoan serta jalan yang selalu ramai dilalui kendaraan bahkan di jam-jam tertentu, pertigaan ini menjadi pusat kemacetan. patungnya pun sudah diganti, patung yang lama katanya dipindahkan entah kemana, dan diganti dengan patung yang sama tapi dengan ukuran yang lebih kecil tetapi masih di kelilingi tiga patung keci.

Sekarang coba bayangkan seandainya dipertigaan jalan ini sejak awal tidak didirikan sebuah patung? bayangkan apakah kalian masih bisa ingat bahwa sebenarnya ini adalah sebuah sudut jalan dan pertigaan yang sama sekitar 70 tahun sebelumnya? mungkin jawabannya tidak, ingin rasanya bisa kembali ketempat itu pada tahun 1930 merasakan jalan yang masih bernuansa pedesaan. tidak seperti sekarang ini, mungkin saja mereka tidak menyadari keberadaannya setiap kali melewati jalan ini, karena semuanya sudah berubah dan tidak seindah dulu.

Minggu, 13 Mei 2012

Tidak ada istilah Open 24 Hours di Bali

Sekarang sudah banyak bertebaran yang namanya fasilitas buka 24 jam atau bahasa inggris-nya Open 24 Hours. tempat-tempat yang biasanya buka 24 jam adalah rumah sakit, kantor polisi, dinas pemadam kebakaran dan fasilitas-fasilitas fital lain-nya, ada juga brand luar negri yang membuka cabangnya di Bali seperti McDonald's, Circel K, Mini Mart, KFC tidak ketinggalan pula brand lokal seperti Alfa Midi, Alfa Expres, Indo Mart dan masih banyak lagi. belakangan ini juga ada SPBU yang tetap buka 24 jam untuk melayani orang-orang yang membutuhkan semua jasa tadi seperti makan, membeli cemilan, kehabisan bensin hingga hal-hal yang darurat sekalipun di tengah malam.

Tetapi semua hal itu tidak berlaku di Bali ketika umat Hindu akan merayakan tahun baru caka, tahun barunya umat Hindu dimana dalam satu hari pulau Bali ini mati total bahkan untuk sekelas Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai sekalipun ditutup selama sehari penuh, pelabuhan padang bay dan gilimanuk pun tidak ketinggalan untuk berhenti beroprasi. Hal ini akan kita rasakan ketika satu hari sebelum hari raya nyepi dilaksanakan, yaitu saat pengerupukan dimana ogoh-ogoh diarak keliling desa adat di seluruh pelosok bali. disaat itu lah fasilitas-fasilitas yang biasanya dibuka 24 jam akan bersiap untuk ditutup sementara. ini dia beberapa foto yang saya ambil sendiri di kawasan Sanur, salah satu daerah tujuan pariwisata yang ada di kota Denpasar karena keindahan pantai-nya Selain pantai kuta dll.

Tiang McDonald's yang menjulang tinggi beserta benderanya
Mesin ATM pun yang bertuliskan 24 Hour Banking harus tak ber-oprasi juga

Kondisi di dalam McDonald's

McDonald's mulai tidak beroprasi



Sabtu, 28 April 2012

Oasis di Pulau Serangan-Bali

Uda lama gk nulis blog, kali ini aku masih mau ngebahas soal tempat-tempat indah di pulau Bali terutaman tempat yang kali ini mau aku shere, pasti buat kalian yang tinggal di kawasan kota Denpasar pada gk ngehh.. sama tempat indah ini! karena aku tinggal di bali, jadi pantai lagi yang akan kita bahas, cuma pantai ini agak berbeda, tempatnya jauh dari keramaian, dan lebih cendrung tertutup.


uda pada tau kan yang namanya pulau serangan?? pulau ini terkenal dengan tempat ibadah umat Hindu. disini terdapat sebuah pura dan dulu hanya didiami beberapa orang saja, ukuran pulau ini juga terbilang kecil hanya saja sempat ada program reklamasi pantai untuk tujuan pariwisata. tapi peroyek pemerintah ini terhenti karena kerisis ekonomi yang sempat menimpa Negri ini di tahun 1998 lalu. sekarang tempat ini dijadikan tempat penangkaran penyu maka dari itu setiap orang yang mau masuk kedalam pulau ini harus menyerahkan kartu identitas. dulu pulau ini sangat tandus tpi sekarang agak mendingan lah dibandingkan dulu, sekarang pohon-pohon disini sudah semakin lebat.

Terakhir aku ke pulau itu waktu kelas 2 SD bersama keluarga dari luar bali yang sengaja dateng ke bali buat liburan, nah maka dari itu aku lupa-lupa inget sama tempat ini. setelah bertahun-tahun kemudian sampailah ada temen SMA yang ngajakin kesana, waktu itu aku berfikir, buat apa cobak ketempat tandus itu?? maklum waktu kecil dulu aku sama keluarga yang lain gk menjelajahi pulau itu lebih dalam hehe..

Singkat cerita kita sepakat jadi kesana pas matahari lagi panas-panasnya, seperti biasa kita bayar tiket masuk buat yang bukan warga asli sana, tiketnya murah kok cuma Rp2000-an klo gk salah. masuk lah kita semakin dalam kedalam pulau ini yang sangat tandus dibeberapa tempatnya, jalannya jga masih belum diaspal dari jaman dulu, kalau kita perhatikan lebih seksama tanah disini adalah pasir pantai campuran batu kapur dan koral-koral laut, jadi butuh waktu lama untuk menghijaukan pulau ini.

Sampailah kami disebuah kawasan yang mengharuskan kami menyerahkan KTP atau SIM, aku kaget buat apa cobak? kayak masuk ke markas rahasia mata-mata, ternyata kata temen ku kita ini sudah memasuki kawasan penangkaran penyu, setelah kami sampai dipantainya, aku cukup kaget karena walaupun ini pantai buatan tapi memiliki pasir yang putih, ombak yang besar dan airnya yang masih jernih sekali, ada beberapa bule yang sengaja datang untuk berselancar, heran aja kok mereka pada tau tempat ini?

Dipinggir pantai hanya ada pondok-pondok kecil tak berpenghuni, maklum mumgkin karena pulau ini bukan diperuntukkan untuk dihuni orang, karena pada awalnya memang akan dibangun hotel berbintang seperti kawasan pantai-pantai lainnya di bali kan!?

Nahh tidak jauh dari pantai itu ada something yang menarik perhatian ku, kita perlu sedikit naik karena lokasi itu agak meninggi dari pantai tempat kami berada tadi. awalnya aku agak kaget dengan pemandangan yang terlihat, lokasi ini bahkan lebih indah dari pada pantai yang tadi dan belum pernah aku lihat sebelumnya yg seperti ini.

Ini lah pemandangan pertama yang aku liat dari atas, pemandangan indah yang ada dibawah sana membuat ku takjup dan terdiam sesaat, tidak lupa aku meraih Handphone dan segera mengabadikan pemandangan langka ini. nahh menurut kalian ini bisa disebut apa? lihatlah! bentuk kubangan air besar disana, sepintas terlihat seperti bentuk hati bukan? sungguh indah. aku pun mulai mencari-cari jalan agar bisa menuruni lembah ini agar bisa berada lebih dekat dengan tempat itu. akhirnya aku menemukan jalan, awalnya teman-teman ku ragu untuk turun, tapi aku memaksa! masak kita akan melewatkan berada ditempat yang seindah ini?

Setelah aku berada dibawah sana, aku masih bingung juga sebenarnya ini apa? dan kenapa bisa terbentuk seperti ini? padahal ini jelas-jelas buatan manusia, kenapa bisa seindah ini? dan seakan tidak ada yang tau tentang keberadaan tempat ini, jelas terlihat dari hanya karena kita saja yang ada disini, dan karena tidak adanya sampah dan tanda-tanda manusia lain disini selain kita hehe..

Lihat lah! ini foto kitika aku berada dipinggir danau itu, tidak ada sampah satupun di danau buatan itu bahkan airnya tampak bersih, ingin rasanya waktu itu aku mencoba untuk masuk kedalam danau itu untuk mencoba apakah dalam atau tidak? hehe.. tapi aku takut karena siapatau danau ini masih terhubung dengan lautan, otomatis akan ada mahluk hidupnya bukan? seperti Hiu mungkin? belum lagi tempat ini kan dulunya adalah lautan yang direklamasi menjadi daratan, dan diurug dengan berkubik-kubik pasir pantai. menurut kepercayaan orang bali! lautan itu adalah tempat yang dihuni mahluk-mahluk gaib, dan sudah bukan wilayah manusia lagi, walaupun sudah menjadi daratan tapi secara niskala tempat ini masihlah berupa lautan. apa lagi jauh sebelum peroyek pulau ini, tempat ini memang sudah terkenal dengan keangkerannya, jadi aku harus berhati-hati, lihatlah juga terlihat di foto itu pemandangan gunung agung, gunung tertinggi dipulau bali, belum lagi keadaan langit yang sedang cerah dan biru, sangat melengkapi keindahan tempat ini.

Hari semakin sore dan setelah puas menikmati tempat ini dan berfoto-foto, kami pun memutuskan untuk pulang. dalam benak ku, aku berjanji untuk kembali lagi ketempat ini dan mengajak orang lain untuk melihatnya. tapi sampai sekarang, 3 tahun setelah kejadian itu, aku belum sempat kesana, pernah sihh kesana lagi tapi hanya dipinggiran pulau, itu pun hanya untuk belajar mengemudi bersama orang tua. sempat waktu itu aku mengajak mereka kesana tpi keadaan jalan itu agak berlubang-lubang, mungkin karena hujan "pikirku" jadi aku membatalkannya! muncul rasa penasaran, seperti apakan tempat itu sekarang? aku harap masih sama seperti dulu dan tetap indah dan bersih. sebenarnya semakin sedikit tempat itu diketahui orang, maka semakin terjagalah tempat itu. sekian dahh ya? kapan-kapan kita lanjut lagi, dengan tempat-tempat lainnya dan kisah-kisah hidup ku hehe,, sebagai penutup ini ada dua foto terakhir sebelum aku meninggalkan tempat ini

Jumat, 27 Januari 2012

Pantai Sanur Bali

Senang rasanya kalau liburan sudah tiba, biasanya hari-hari ini adalah hari yang ditunggu. saya sebagai Mahasiswa sangat menunggu yang namanya liburan panjang, apa lagi kalau liburannya sudah terhitung bulanan dan sebelumnya kita di sibukkan oleh tugas-tugas kampus.

Tapi sering sekali terjadi yang namanya kalo liburan uda tiba kita gak tau mau ngisinya pake apa? padahal sebelumnya, waktu kita lagi sibuk dan merindukan liburan, ada aja tempat yang ingin dikunjungi, ada aja temen yang ngajakin kita Hang out bareng. tapi setelah liburan itu tiba akhirnya selama sebulan kita cuma diem di rumah enggak ngapa-ngapain.

ini sudah terjadi dalam hidupku sedari dulu, kalo gak salah sihh dari jaman masih SD sampai sekarang, mungkin karena ortu ku juga bukan tipe orang yang bisa dan suka ngajak anaknya jalan-jalan kayak orang tua temen-temen ku yang lain, alhasil liburan ku cuma berakhir di rumah aja. aku sering berfikir setiap kali liburan tiba, kenapa ya? cuma dihabiskan untuk diem di rumah? paling banter juga main ke rumah temen terdekat, padahal aku tinggal di pulau Bali. pulau yang sudah jelas-jelas terkenal diseluruh pelanet bumi ini, orang capek-capek kerja banting tulang dan menyisihkan uangnya  untuk ditabung setelah uangnya terkumpul mereka terbang dari belahan bumi lain, jauh-jauh cuma buat liburan di Bali. sudah jelas objek wisata disini keren-keren, fasilitas seperti Hotel, Mal, restoran dan klap malamnya juga udah bertaraf internasional. kadang apa yang ada di bali cuma ada di jakarta dan enggak untuk provensi lainnya.

Tapi kenapa aku sebagai orang Bali asli sangat jarang dan hampir gak pernah yang namanya menikmati fasilitas itu? yang tergolong mahal, karena tempat hiburan di bali diperuntukkan untuk warga asing alias harga bule. jadi yang bisa menikmatinya hanya wisatawan asing. kalo kayak gini kita cuma bisa liburan ke tempat yang geratisan seperti pantai sanur yang kebetulan juga deket rumah dan berada di pinggir kota Denpasar. tempatnya gak kalah indah sama pantai-pantai di bali yang lain, karena letaknya ada di sebelah timur bali jadi pemandangan matahari terbit adalah andalan pantai ini. walaupun perlu pengorbanan bangun pagi buat ngeliat sunrisenya, tapi gak bakal nyesel deh, pasir pantainya juga putih, kalau kalian ada duit dan waktu bersepeda di pinggir pantai juga seru banyak tempat yang menyewakan sepeda, tapi jalan kaki aja juga seru, bahkan dapet bonus sehat lagi hehe, selain itu kalau kita berjalan kearah selatan pantai sanur ini kita akan sampai di pantai mertasari, nahh dalam peroses perjalanan ke sana kita akan disuguhkan suasana pinggir pantai yang sepi, kayak berjalan dipesisir pantai pulau yang tak berpenghuni, serunya lagi kalau air pantainya surut kita bisa dengan mudah menemukan hewan laut seperti bulu babi dan kalau beruntung kita bisa menemukan ular dan bintang laut. bintang lautnya besar-besar lagi, lebih besar dari tangan manusia tapi sayangnya waktu itu lupa aku foto hehe..

tapi karena uda lama gak kesana jadi gak tau kondisi ter-Update dari pantai itu, terakhir sihh disana ada peroyek penambahan pasir pantai, karena sempat ada ombak besar yang mengakibatkan joging treck di sana amblas, tapi itu uda dulu banget! mungkin sekarang udah makin bagus, cuman emang belum sempet kesana lagi. udah dulu dehh nantik postingan foto di pantai mertasarinya aku upload kalau udah ada inspirasi. di pantai itu juga ada hutan mangrovenya lohh.. tapi nantik kalo ada waktu luang Hahahaha..




Kamis, 26 Januari 2012

Posting Pertama

Halo teman-teman blogger, ini merupakan postingan pertama saya. bingung mau diisi apa ini blog nantinya, pengen aja buat blog setelah ngeliat ada temen yang punya dan suka nulis blog. katanya sihh harus pinter nulis biar bsa punya blog yang bagus. mungkin blog ini akan saya isi dengan catatan-catatan peribadi saya dan artikel yang bermanfaat untuk dibaca