Uda lama gk nulis blog, kali ini aku masih mau ngebahas soal tempat-tempat indah di pulau Bali terutaman tempat yang kali ini mau aku shere, pasti buat kalian yang tinggal di kawasan kota Denpasar pada gk ngehh.. sama tempat indah ini! karena aku tinggal di bali, jadi pantai lagi yang akan kita bahas, cuma pantai ini agak berbeda, tempatnya jauh dari keramaian, dan lebih cendrung tertutup.
uda pada tau kan yang namanya pulau serangan?? pulau ini terkenal dengan tempat ibadah umat Hindu. disini terdapat sebuah pura dan dulu hanya didiami beberapa orang saja, ukuran pulau ini juga terbilang kecil hanya saja sempat ada program reklamasi pantai untuk tujuan pariwisata. tapi peroyek pemerintah ini terhenti karena kerisis ekonomi yang sempat menimpa Negri ini di tahun 1998 lalu. sekarang tempat ini dijadikan tempat penangkaran penyu maka dari itu setiap orang yang mau masuk kedalam pulau ini harus menyerahkan kartu identitas. dulu pulau ini sangat tandus tpi sekarang agak mendingan lah dibandingkan dulu, sekarang pohon-pohon disini sudah semakin lebat.
Terakhir aku ke pulau itu waktu kelas 2 SD bersama keluarga dari luar bali yang sengaja dateng ke bali buat liburan, nah maka dari itu aku lupa-lupa inget sama tempat ini. setelah bertahun-tahun kemudian sampailah ada temen SMA yang ngajakin kesana, waktu itu aku berfikir, buat apa cobak ketempat tandus itu?? maklum waktu kecil dulu aku sama keluarga yang lain gk menjelajahi pulau itu lebih dalam hehe..
Singkat cerita kita sepakat jadi kesana pas matahari lagi panas-panasnya, seperti biasa kita bayar tiket masuk buat yang bukan warga asli sana, tiketnya murah kok cuma Rp2000-an klo gk salah. masuk lah kita semakin dalam kedalam pulau ini yang sangat tandus dibeberapa tempatnya, jalannya jga masih belum diaspal dari jaman dulu, kalau kita perhatikan lebih seksama tanah disini adalah pasir pantai campuran batu kapur dan koral-koral laut, jadi butuh waktu lama untuk menghijaukan pulau ini.
Sampailah kami disebuah kawasan yang mengharuskan kami menyerahkan KTP atau SIM, aku kaget buat apa cobak? kayak masuk ke markas rahasia mata-mata, ternyata kata temen ku kita ini sudah memasuki kawasan penangkaran penyu, setelah kami sampai dipantainya, aku cukup kaget karena walaupun ini pantai buatan tapi memiliki pasir yang putih, ombak yang besar dan airnya yang masih jernih sekali, ada beberapa bule yang sengaja datang untuk berselancar, heran aja kok mereka pada tau tempat ini?
Dipinggir pantai hanya ada pondok-pondok kecil tak berpenghuni, maklum mumgkin karena pulau ini bukan diperuntukkan untuk dihuni orang, karena pada awalnya memang akan dibangun hotel berbintang seperti kawasan pantai-pantai lainnya di bali kan!?
Nahh tidak jauh dari pantai itu ada something yang menarik perhatian ku, kita perlu sedikit naik karena lokasi itu agak meninggi dari pantai tempat kami berada tadi. awalnya aku agak kaget dengan pemandangan yang terlihat, lokasi ini bahkan lebih indah dari pada pantai yang tadi dan belum pernah aku lihat sebelumnya yg seperti ini.
Ini lah pemandangan pertama yang aku liat dari atas, pemandangan indah yang ada dibawah sana membuat ku takjup dan terdiam sesaat, tidak lupa aku meraih Handphone dan segera mengabadikan pemandangan langka ini. nahh menurut kalian ini bisa disebut apa? lihatlah! bentuk kubangan air besar disana, sepintas terlihat seperti bentuk hati bukan? sungguh indah. aku pun mulai mencari-cari jalan agar bisa menuruni lembah ini agar bisa berada lebih dekat dengan tempat itu. akhirnya aku menemukan jalan, awalnya teman-teman ku ragu untuk turun, tapi aku memaksa! masak kita akan melewatkan berada ditempat yang seindah ini?
Setelah aku berada dibawah sana, aku masih bingung juga sebenarnya ini apa? dan kenapa bisa terbentuk seperti ini? padahal ini jelas-jelas buatan manusia, kenapa bisa seindah ini? dan seakan tidak ada yang tau tentang keberadaan tempat ini, jelas terlihat dari hanya karena kita saja yang ada disini, dan karena tidak adanya sampah dan tanda-tanda manusia lain disini selain kita hehe..
Lihat lah! ini foto kitika aku berada dipinggir danau itu, tidak ada sampah satupun di danau buatan itu bahkan airnya tampak bersih, ingin rasanya waktu itu aku mencoba untuk masuk kedalam danau itu untuk mencoba apakah dalam atau tidak? hehe.. tapi aku takut karena siapatau danau ini masih terhubung dengan lautan, otomatis akan ada mahluk hidupnya bukan? seperti Hiu mungkin? belum lagi tempat ini kan dulunya adalah lautan yang direklamasi menjadi daratan, dan diurug dengan berkubik-kubik pasir pantai. menurut kepercayaan orang bali! lautan itu adalah tempat yang dihuni mahluk-mahluk gaib, dan sudah bukan wilayah manusia lagi, walaupun sudah menjadi daratan tapi secara niskala tempat ini masihlah berupa lautan. apa lagi jauh sebelum peroyek pulau ini, tempat ini memang sudah terkenal dengan keangkerannya, jadi aku harus berhati-hati, lihatlah juga terlihat di foto itu pemandangan gunung agung, gunung tertinggi dipulau bali, belum lagi keadaan langit yang sedang cerah dan biru, sangat melengkapi keindahan tempat ini.
Hari semakin sore dan setelah puas menikmati tempat ini dan berfoto-foto, kami pun memutuskan untuk pulang. dalam benak ku, aku berjanji untuk kembali lagi ketempat ini dan mengajak orang lain untuk melihatnya. tapi sampai sekarang, 3 tahun setelah kejadian itu, aku belum sempat kesana, pernah sihh kesana lagi tapi hanya dipinggiran pulau, itu pun hanya untuk belajar mengemudi bersama orang tua. sempat waktu itu aku mengajak mereka kesana tpi keadaan jalan itu agak berlubang-lubang, mungkin karena hujan "pikirku" jadi aku membatalkannya! muncul rasa penasaran, seperti apakan tempat itu sekarang? aku harap masih sama seperti dulu dan tetap indah dan bersih. sebenarnya semakin sedikit tempat itu diketahui orang, maka semakin terjagalah tempat itu. sekian dahh ya? kapan-kapan kita lanjut lagi, dengan tempat-tempat lainnya dan kisah-kisah hidup ku hehe,, sebagai penutup ini ada dua foto terakhir sebelum aku meninggalkan tempat ini
Terakhir aku ke pulau itu waktu kelas 2 SD bersama keluarga dari luar bali yang sengaja dateng ke bali buat liburan, nah maka dari itu aku lupa-lupa inget sama tempat ini. setelah bertahun-tahun kemudian sampailah ada temen SMA yang ngajakin kesana, waktu itu aku berfikir, buat apa cobak ketempat tandus itu?? maklum waktu kecil dulu aku sama keluarga yang lain gk menjelajahi pulau itu lebih dalam hehe..
Singkat cerita kita sepakat jadi kesana pas matahari lagi panas-panasnya, seperti biasa kita bayar tiket masuk buat yang bukan warga asli sana, tiketnya murah kok cuma Rp2000-an klo gk salah. masuk lah kita semakin dalam kedalam pulau ini yang sangat tandus dibeberapa tempatnya, jalannya jga masih belum diaspal dari jaman dulu, kalau kita perhatikan lebih seksama tanah disini adalah pasir pantai campuran batu kapur dan koral-koral laut, jadi butuh waktu lama untuk menghijaukan pulau ini.
Sampailah kami disebuah kawasan yang mengharuskan kami menyerahkan KTP atau SIM, aku kaget buat apa cobak? kayak masuk ke markas rahasia mata-mata, ternyata kata temen ku kita ini sudah memasuki kawasan penangkaran penyu, setelah kami sampai dipantainya, aku cukup kaget karena walaupun ini pantai buatan tapi memiliki pasir yang putih, ombak yang besar dan airnya yang masih jernih sekali, ada beberapa bule yang sengaja datang untuk berselancar, heran aja kok mereka pada tau tempat ini?
Dipinggir pantai hanya ada pondok-pondok kecil tak berpenghuni, maklum mumgkin karena pulau ini bukan diperuntukkan untuk dihuni orang, karena pada awalnya memang akan dibangun hotel berbintang seperti kawasan pantai-pantai lainnya di bali kan!?
Nahh tidak jauh dari pantai itu ada something yang menarik perhatian ku, kita perlu sedikit naik karena lokasi itu agak meninggi dari pantai tempat kami berada tadi. awalnya aku agak kaget dengan pemandangan yang terlihat, lokasi ini bahkan lebih indah dari pada pantai yang tadi dan belum pernah aku lihat sebelumnya yg seperti ini.
Ini lah pemandangan pertama yang aku liat dari atas, pemandangan indah yang ada dibawah sana membuat ku takjup dan terdiam sesaat, tidak lupa aku meraih Handphone dan segera mengabadikan pemandangan langka ini. nahh menurut kalian ini bisa disebut apa? lihatlah! bentuk kubangan air besar disana, sepintas terlihat seperti bentuk hati bukan? sungguh indah. aku pun mulai mencari-cari jalan agar bisa menuruni lembah ini agar bisa berada lebih dekat dengan tempat itu. akhirnya aku menemukan jalan, awalnya teman-teman ku ragu untuk turun, tapi aku memaksa! masak kita akan melewatkan berada ditempat yang seindah ini?Setelah aku berada dibawah sana, aku masih bingung juga sebenarnya ini apa? dan kenapa bisa terbentuk seperti ini? padahal ini jelas-jelas buatan manusia, kenapa bisa seindah ini? dan seakan tidak ada yang tau tentang keberadaan tempat ini, jelas terlihat dari hanya karena kita saja yang ada disini, dan karena tidak adanya sampah dan tanda-tanda manusia lain disini selain kita hehe..
Lihat lah! ini foto kitika aku berada dipinggir danau itu, tidak ada sampah satupun di danau buatan itu bahkan airnya tampak bersih, ingin rasanya waktu itu aku mencoba untuk masuk kedalam danau itu untuk mencoba apakah dalam atau tidak? hehe.. tapi aku takut karena siapatau danau ini masih terhubung dengan lautan, otomatis akan ada mahluk hidupnya bukan? seperti Hiu mungkin? belum lagi tempat ini kan dulunya adalah lautan yang direklamasi menjadi daratan, dan diurug dengan berkubik-kubik pasir pantai. menurut kepercayaan orang bali! lautan itu adalah tempat yang dihuni mahluk-mahluk gaib, dan sudah bukan wilayah manusia lagi, walaupun sudah menjadi daratan tapi secara niskala tempat ini masihlah berupa lautan. apa lagi jauh sebelum peroyek pulau ini, tempat ini memang sudah terkenal dengan keangkerannya, jadi aku harus berhati-hati, lihatlah juga terlihat di foto itu pemandangan gunung agung, gunung tertinggi dipulau bali, belum lagi keadaan langit yang sedang cerah dan biru, sangat melengkapi keindahan tempat ini.
Hari semakin sore dan setelah puas menikmati tempat ini dan berfoto-foto, kami pun memutuskan untuk pulang. dalam benak ku, aku berjanji untuk kembali lagi ketempat ini dan mengajak orang lain untuk melihatnya. tapi sampai sekarang, 3 tahun setelah kejadian itu, aku belum sempat kesana, pernah sihh kesana lagi tapi hanya dipinggiran pulau, itu pun hanya untuk belajar mengemudi bersama orang tua. sempat waktu itu aku mengajak mereka kesana tpi keadaan jalan itu agak berlubang-lubang, mungkin karena hujan "pikirku" jadi aku membatalkannya! muncul rasa penasaran, seperti apakan tempat itu sekarang? aku harap masih sama seperti dulu dan tetap indah dan bersih. sebenarnya semakin sedikit tempat itu diketahui orang, maka semakin terjagalah tempat itu. sekian dahh ya? kapan-kapan kita lanjut lagi, dengan tempat-tempat lainnya dan kisah-kisah hidup ku hehe,, sebagai penutup ini ada dua foto terakhir sebelum aku meninggalkan tempat ini


Tidak ada komentar:
Posting Komentar