![]() |
| coba bandingkan! 70 tahun bisa merubah segalanya |
Sekarang kita akan membahas salah satu patung yang ada di jalan Diponegoro kota Denpasar. patung ini terletak di sebuah pertigaan jalan, pusat kota. awal mula saya ingin membahas patung ini adalah ketika saya sedang Browsing di internet secara tidak sengaja saya sampai ke sebuah akun Facebook yang memang menampilkan foto-foto kehidupan masyarakat Bali berkisar pada tahun 1800 hingga 1900an. banyak foto yang sebenarnya menarik tpi ada salah satu foto yang saya tau lokasinya sekarang ada di mana, memang tidak banyak tetapi kebetulan ada satu yang berada di kawasan kota Denpasar tempat saya tinggal.
![]() |
| Letak patung yang berada di pusat kota Denpasar |
![]() | ||
| Pertigaan jalan Diponegoro |
Awalnya saya kira patung ini adalah patung catur muka yang berada di perempatan jalan veteran, tidak jauh juga dari patung ini. tapi setelah saya perhatikan lebih seksama ternyata gambar patung di foto itu bukanlah catur muka yang ada di jalan veteran, tetapi sebuah patung yang ada di pertigaan jalan Dieponegoro. di akun Facebook itu tertulis foto itu dibuat pada tahun 1930, berarti pada saat itu Bali masih dalam masa penjajahan Jepang. tetapi foto ini tidak diambil oleh orang jepang melainkan seseorang yang ber-kewarganegaraan belanda.
Lihatlah latar belakang foto pada tahun 1930 tersebut! terlihat masih banyak pohon kelapa dan rimbunnya pohon beringin, serta sebuah gubuk kecil didalam sebuah tembok penyengker. patung itu dikelilingi tiga patung kecil lainnya, sepintas seperti sebuah sudut jalan dipedesaan. tapi siapa sangka 70 tahun kemudian sudut jalan yang terlihat sederhana dan terkesan desa itu berubah menjadi tempat yang sungguh-sungguh berbeda lihat saja latar belakangnya! tidak ada lagi pohon kelapa dan teduhnya beringin, semua itu digantikan oleh tembok motel dan pertokoan serta jalan yang selalu ramai dilalui kendaraan bahkan di jam-jam tertentu, pertigaan ini menjadi pusat kemacetan. patungnya pun sudah diganti, patung yang lama katanya dipindahkan entah kemana, dan diganti dengan patung yang sama tapi dengan ukuran yang lebih kecil tetapi masih di kelilingi tiga patung keci.
Sekarang coba bayangkan seandainya dipertigaan jalan ini sejak awal tidak didirikan sebuah patung? bayangkan apakah kalian masih bisa ingat bahwa sebenarnya ini adalah sebuah sudut jalan dan pertigaan yang sama sekitar 70 tahun sebelumnya? mungkin jawabannya tidak, ingin rasanya bisa kembali ketempat itu pada tahun 1930 merasakan jalan yang masih bernuansa pedesaan. tidak seperti sekarang ini, mungkin saja mereka tidak menyadari keberadaannya setiap kali melewati jalan ini, karena semuanya sudah berubah dan tidak seindah dulu.



post lagi dong sejarah" kota denpasar dan skitarnya,masih kepo ini :) saya tunggu ya post nya
BalasHapus